Saturday, August 16, 2014

Absorbsi

Makam [7]
takdir menumbuhkan impian dibalik cangkang
lalu mengoleksi engkau dengan pijar kunang-kunang
tapi mereka melapuk, dibawah naung yang tak lagi berbahasa
tapi mereka layu, seperti sebongkah es dijenguki saga
   lihatlah engkau lelah serta bayangmu pun musnah
   bila sesuatu dalam lacimu adalah kunci
   tidakkah engkau rapatkan dan sunyikan dalam dada
   membiarkan rumah birumu terbuka, dan seolah memanggil suci
      kain-kain putih berjuntai tinggi
      lalu meraba cincin hitam disekitar mata
      oleh seorang yang menyematkan jiwa diantaranya
oleh malam yang kian meresap
kini tetes airmatanya pun berubah gelap

Stabat, 14 Agustus

No comments:

Post a Comment