takdir menumbuhkan impian dibalik cangkang
lalu mengoleksi engkau dengan pijar kunang-kunang
tapi mereka melapuk, dibawah naung yang tak lagi berbahasa
tapi mereka layu, seperti sebongkah es dijenguki saga
lihatlah engkau lelah serta bayangmu pun musnah
bila sesuatu dalam lacimu adalah kunci
tidakkah engkau rapatkan dan sunyikan dalam dada
membiarkan rumah birumu terbuka, dan seolah memanggil suci
kain-kain putih berjuntai tinggi
lalu meraba cincin hitam disekitar mata
oleh seorang yang menyematkan jiwa diantaranya
oleh malam yang kian meresap
kini tetes airmatanya pun berubah gelap
lihatlah engkau lelah serta bayangmu pun musnah
bila sesuatu dalam lacimu adalah kunci
tidakkah engkau rapatkan dan sunyikan dalam dada
membiarkan rumah birumu terbuka, dan seolah memanggil suci
kain-kain putih berjuntai tinggi
lalu meraba cincin hitam disekitar mata
oleh seorang yang menyematkan jiwa diantaranya
oleh malam yang kian meresap
kini tetes airmatanya pun berubah gelap
Stabat, 14 Agustus
No comments:
Post a Comment