untuk yang sepuluh ini belum tahu mau di apain. kalo nulis sekedar nulis, kabur ke kamusrima.com ngumpulin diksi, disatuin, jadi mah mau berapa pun diminta.
masih ada dua minggu sebelum September. saya mau istirahat panjaaaaaaaaannnggggg.
kalo balik lagi kemungkinan nulis Catatan Harian di rumah baluuuu..ahehe. *itu juga kalo sempat nulis*
well, cuma pingin nulis catatan biasa. Why Froo?? Whyyyy??
*tiba-tiba teringat*
kenapa #3? yang #1 dijudulin "Horee...lahir deh!!" yang #2 dijudulin New Born.
tulisan paling lama di blog ini (di draft tepatnya) di tanggal 8 September 2008. sampai kemudian 3 tahun berikutnya, tepatnya di postingan 90an semua dimasukin balik ke draft, dan gaya tulisan di restart. *w..ww..wait! ini juga 3 tahun berikutnya kan? jangan-jangan ini siklus 3 tahunan?*
sekarang, total all (publish-draft) ada sekitar 336 (lebih banyak postingan sampah sih). dan sumpah...saya sayang banget sama ini blog. pingin dibukukan tapi..
1. takut hilang
2. malu-maluin \(._. )
3. takut ada alasan nomer 4
4. takut ada alasan nomer 5
dst...
di restart blog pertama kali di tahun 2011, saya bingung juga kedepan mau nulis apa. karena di tahun-tahun kebelakang saya nulis cuma bermodalkan mood. dan kebanyakan postingannya juga bercampur sama tulisan-tulisan iseng gak jelas. tapi berikut-berikutnya saya lebih konsisten menulis puisi dan belajar banyak gaya dan struktur puisi. surprisingly, saya yang anti nulis cepen (yes, anti!), mulai belajar nulis panjang-panjang (gak sanggup nulis panjang....) dan mulai bisa (belum terbiasa, tetep).
curcol acii?
key...
dulu di nick chibifrozen. anaknya masih kecil, sekarang udah gede di nick chiizen. ha!
.
.
.
.
.
udah, itu aja mah curcolnya. *krik krik krik*
postingan favorit? yg judulnya Sejauh Ini Hanya Luka. puisinya biasanya aja sih, diksinya juga. tapi feelnya diinjeksi berlebihan disana. diendapin bentaaaar aja di Istana Ingatan, kenapa? soalnya saya berasa ketemu musenya langsung. rasanya di penghujung 2012 itu banyak tulisan bagus. kaya Platonik, itu puisi bagus, langka karena salah satu puisi yang gak di endapkan di Taman Waktu ataupun Istana Ingatan, dan hasilnya, terasa bagus! dan feelnya juga gak segloomy lainnya. klo boleh di tag pake seven themes, mungkin masuk di kategori Impian.
paling hobi nulis puisi pake rima, tapi lebih seringnya ngerasa eneg karena kadang klo maksa langsung keliatan. klo mulai nulis pake rima, paling kuat 2 paragraf...ujung-ujungnya masuk draft. makanya nyoba berbagai macam bentuk puisi itu penting. agaknya sekarang kurang-lebih kena efek haiku. penulis tumblr semisal lang leav atau michael faudet banyak tulisannya pake haiku. aslinya satu paragraf itu satu kalimat, tapi banyak pula penggemarya. saya ada kenal sih yang hobinya nulis pendek-pendek gitu, tapi tulisan aslinya lebih original bentuknya. Pekat misalnya, gak bisa dibandingin dengan counterpartsnya, tapi kurang lebih gitu. dengan bahasa Indonesia susah bikin haiku, karena satu kata aja suku katanya bisa banyak. kurang tau apakah dengan memotong suara bisa dikategorikan kesana. well, puisi bukan teori. gak perlu dipikirin.
Dingin barangkali cerpen pertama saya yang agaknya lumayan. tapi bukan cerpen pertama sih. awal-awal banyak bikin kerangka tulisan, bikin karakter, ide cerita, dan yes..kebanyakan masuk tong sampah. Dingin sendiri idenya gak terlalu original. waktu itu saya nantangin diri sendiri karena tulisan yang bilang bahwa membuat cerita klise yang enak dibaca itu jauh lebih sulit daripada membuat satu ide cerita yang kreatif. Idenya dari salah satu video klip korea (atau jepang? waktu itu korea belum booming banget). judulnya winter love (coba tebak siapa penyanyinya? :D). baru kemudian scene di vidklipnya saya pindahin ke otak, terus pemerannya diganti sama Rin dan An.
balik lagi ke puisi. setelah saya berkonfrontrasi dengan ketakutan saya akan cerpen, saya semakin jatuh cinta dengan gaya puisi bebas. sekat antara puisi yang terbatas dan cerpen yang terbuka lalu menyatu. setelah saya selami lebih dalam, ternyata saya ketemu sama bentuk tulisannya abstrak yang mengetuk pintu Istana Ingatan malam-malam. si abstrak itu nanya, "bisa gak bikin puisi pakai alur campuran?" saya gak tahu. tapi setelah itu endapan si abstrak tadi, jadilah Kenangan [5] dan Gerhana. dan sepertinya bukan jenis yang bisa dinikmati selain penulis. meminjam perkataan almarhumah teman saya, bahwa saya ini seperti sejarah dan yang paling sulit adalah ketika saya sendiri kehilangan benang merah dari satu waktu ke waktu yang lain. sampai sekarang saya belum tahu bagaimana menjahit dua warna dalam satu puisi. kalau perbandingannya mungkin ketika kekasih menuju penjara, kalau disitu dua orang dalam satu waktu.
hmm...berikutnya, sepertinya saya akan lebih banyak menghabiskan waktu di http://yourpatheticjoke.tumblr.com
baiklah, gitu aja catatannya. kenapa juga ya bikin catatan di blog privat gini? entahlah. mungkin suatu saat ini bisa dibikin publik lagi.
----------------------------------------------------------
Wahai hati perdusta, hati yang bersalah ...
Wahai hati yang lalai cintanya, yang menutup akal ...
Menggelapkan kebenaran, Menghias dengan airmata ...
Kau terpesona dan memesona ...
Kau hanya bisa menyesal ...
Tertutup dan kesepian lah kau semoga, selamanya ...
( Drama : Rahasia Hati, 26 Juni 2010 )
Wahai hati yang lalai cintanya, yang menutup akal ...
Menggelapkan kebenaran, Menghias dengan airmata ...
Kau terpesona dan memesona ...
Kau hanya bisa menyesal ...
Tertutup dan kesepian lah kau semoga, selamanya ...
( Drama : Rahasia Hati, 26 Juni 2010 )
Ah.. siapa itu yg bilang klise sebenenya malah lebih susah? mau aku peluk duluan, hha.
ReplyDeleteIni bukan masalah cerita, aku sih masih awam di dunia tulis, tp seriusan, ngelukis yg sebenernya klise itu luar biasa susah. Feelnya musti dapet, tantangannya beda, lebih deep.
Ok, satu pola lagi dari dunia.