Saturday, June 21, 2014

(Rin) : Anak Tangga

"ngegambar anak tangga lagi?"

"hahaha, excuse me?"

Dia pikir itu gambar anak tangga. Buat gue yang seumur hidup nilai kesenian paling tinggi cuma tujuh, dilematis harus ngerasa tersanjung atau terhina. well, the latter was joke, of course.

then, he's babbling a you-know-how-it-will-go absurd conversation...

"loe yang mana, hidup yang turun nanjak nanjak atau lurus belok-belok?", An mulai ngelantur.
"i prefer turun nanjak-nanjak."
"nah pas!"
"sigh. mata gue gak bisa ngeliat yang frame ratenya rendah tauk.."
"oh ya. tapi pilihan loe gak jelek sih. siapapun tahu kalo naik gunung itu capekan ngedaki daripada turun. jadi, sekarang lagi turun apa nanjak?"
cyclic question, cih.
"gak dua-duanya, kan." senyum sinisnya keluar.
curse you, An.
"you and your own battlefield. jadi, kap.."
PLAK!
"gimme your keys, and don't you dare go back to your home. Manja staying with me tonight."
"EEhhhh??!! S.s..sorry."
"It's alright. daah."

Medan perang itu cuma imej-negatif. An lah yang mencucinya sedemikian rupa, hingga terlihat jelas warnanya, siapa berperang dengan siapa. Setiap pijakan di koridor, suara manusia berbicara, bertengkar, semuanya masuk kesana. Meng-audio visualisasi setiap imaji yang paling kubenci. Wajah dua orang itu. Wajah paling keras.

Ah iya, kelupaan. Aku berbalik lagi ke arah An.
"Hey, itu bukan anak tangga loh." aku menunjuk anak tangga yang terus digambar An.
untuk kedua, ketiga, keempat dan seterusnya memang anak tangga sih. haha
"Itu gambar anak panah. hahaha."
An terpelongo. Aku melenggang pergi. 




(Manja) : Bahasa Inggris

An dan kak Rin suka ngomong bahasa Inggris. aku gak ngerti. tapi aku suka. kemarin teman-teman tepuk tangan waktu kubilang cita-citaku berbahasa inggris. BuBu tertawa terus bilang haw ayu. aku gak ngerti. tapi ikutan tepuk tangan.
waktu di rumah, aku bilang haw yu. An, haw ayu. An tertawa, trus nulis "how are you".
"An, haw ayu."
em pein.
"Manja, haw ayu."
em pein.
=====
tapi em pein An dan em pein kak Rin beda.
kak Rin, haw ayu?
kak Rin ketawa.
waktu An yang tanya.
Rin, haw ayu?
em inpein. kak Rin ketawa lagi.


  

(Manja) : BuBu

namanya Jambu. jelas cuma aku yang memanggilnya begitu. alasannya? karena di badannya, dari dagu sampai lengannya, tumbuh bulu-bulu halus seperti bunga jambu. bila ia tertawa, bulu-bulu pirang itu berguguran. banyak sekali. tapi cuma aku yang peduli.
BuBu suka sekali tertawa. dia menertawai banyak hal. dari buku, orang, sawah, bangunan, keranjang sampah, dan lain-lain. aku juga suka tertawa. menertawai tawa bubu. dia tahu. tapi tak peduli.
di kelas kami juga tertawa. bubu tidak bisa menulis huruf 'x. 
Saat pelajaran berhitung.
"Nja..nih baca! berapa!"
"dua kali d.."
"salah!"
"ha?"
"dua digunting dua, empat! haha"
dia tertawa. aku tertawa. tidak lagi di kelas. kami tertawa disetrap berdua.
====
An cuma bisa senyum kecil pertama kali aku bercerita tentang bubu. cuma kak Rin yang ikut tertawa, jadi aku cuma cerita sama kak Rin. kalau gak salah kak Rin bilang "untung gak dipanggil BiBi atau NoNo ya. hehe". kak Rin keren, padahal aku belum cerita kalau An-nya BuBu juga suka bilang "no no". hehe.