jika saja bersama hujan aku bisa memahami tanah
mungkin, bersama kenang aku bisa merasakan dingin disana
terlepas dari taburan bunga yang; apakah mewangikan bentuk yang fasad?
dan nafas benci yang meruak dari pori-pori bumi
pujilah takdir; aku masih merutuki tuhan
yang membawa retak yang tak tertambal
yang melukai tanpa mengobati
atas nama yang tak bisa kembali; aku masih merutuki tuhan
atas nama yang tak bisa kembali; aku masih merutuki tuhan
bicarakan pada yang bernyawa
ya, lepaskan saja nada - terserah entah bagaimana
lalu tertawalah; identitasnya tlah dicabut tuhan
selalu menggelitik org untuk mengartikan makna yang tersirat.
ReplyDeletekenapa gak di buku kan ja bg ?
keren loh isi blog ini.
yang keren-keren gak selalu mesti di abadikan..
ReplyDeletesometimes, it binds to be forgotten...