sore hari, dikejauhan suara kereta memanjang
#2
masih disore yang sama, diantara pesan-pesan ibunda
tak kutemukan namaku disana...
seluruh tulangnya melunak
lalu meleleh bersama liur anak-anak berpenyakit mental
matanya mencuat
meleleh juga bersama tangis yang tak lagi asin
entah apa yang Tuhan sematkan
di jiwa yang mati Ia hidupkan nafas panjang
di jiwa yang hidup Ia jedakan, terlalu panjang
di duniaku, akhirat terjadi berkali-kali
berapa kali aku mati?
NB : hutangku 7 atau 10? 2 dulu ya...
menghempas senyap
kabarkan kepulangan
dari sepucuk surat yang lama kau cemaskan
kendi-kendi tlah diisi penuh
oleh wajah-wajah teduh
mereka mensyairkan sedih
dari sepucuk surat yang aku takutkan
tertegun
mematung
saat hanya sehelai syal yang dititipkan
dari sepenuh raga yang tentram
telah disemayamkan
dan kerinduan jiwa yang damai
telah sampai di sisi Tuhan
#2
masih disore yang sama, diantara pesan-pesan ibunda
tak kutemukan namaku disana...
seluruh tulangnya melunak
lalu meleleh bersama liur anak-anak berpenyakit mental
matanya mencuat
meleleh juga bersama tangis yang tak lagi asin
entah apa yang Tuhan sematkan
di jiwa yang mati Ia hidupkan nafas panjang
di jiwa yang hidup Ia jedakan, terlalu panjang
di duniaku, akhirat terjadi berkali-kali
berapa kali aku mati?
NB : hutangku 7 atau 10? 2 dulu ya...
No comments:
Post a Comment