aku hanya butuh tuhan, tak butuh konsep agama.
aku hanya hamba tuhan, bukan objekan aturan.
dan kita hanya tersesat, dengan peta di tangan.
Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Wednesday, February 22, 2012
Puisi Cinta
kau dan aku adalah tanah
keinginan adam dan aku adalah
hawa dan kau tak dipisah
keras dan liat saat kering dan basah
jangan kau ulangi lagi mimpi
yang kau kata ingin menjadi pelangi
karena selamanya, pada bunga aku hanya menjadi duri
jika kau bukan mawarnya, maka aku tak berarti
keinginan adam dan aku adalah
hawa dan kau tak dipisah
keras dan liat saat kering dan basah
jangan kau ulangi lagi mimpi
yang kau kata ingin menjadi pelangi
karena selamanya, pada bunga aku hanya menjadi duri
jika kau bukan mawarnya, maka aku tak berarti
Peng(aku)an
dibawakan merpati keujung khatulistiwa
tempat kau bercinta dengan harta dunia
saat kau menerimanya
aku lebih bahagia dari apa yang di tawarkan tuhan di surga
karena benciku di dalam dada
adalah akhir ceritamu kekal di neraka
jauh sebelumnya...
kutuliskan surat perceraianku kepada kehidupan
kematianku tak kan mengguncang hatimu
tapi kutukan, bisikkan piluku tlah berpindah padamu
akankah kau baca, paradoks cintaku yang tak berkesudahan?
tempat kau bercinta dengan harta dunia
saat kau menerimanya
aku lebih bahagia dari apa yang di tawarkan tuhan di surga
karena benciku di dalam dada
adalah akhir ceritamu kekal di neraka
jauh sebelumnya...
kutuliskan surat perceraianku kepada kehidupan
kematianku tak kan mengguncang hatimu
tapi kutukan, bisikkan piluku tlah berpindah padamu
akankah kau baca, paradoks cintaku yang tak berkesudahan?
Subscribe to:
Posts (Atom)