Tuesday, July 23, 2013

Makam [1]

kala pohon-pohon berlarian, berebut menjadi pagar nisanmu.
dipersemayamanmu, mereka menjadi pelindung,
dari kejamnya panas hari yang tak pernah sampai
dan tudung-tudung awan pun berkejaran,
bertaruh menjadi luruh-luruh hujan.
hendak menyuburkan benih yang takkan pernah tumbuh.
langit telah ditabuh, putik bunga telah dilabuh...

rindu yang kucinta, kapan engkau memiliki tubuh?
tuhan yang maha, kapan doaku kau sentuh?

No comments:

Post a Comment