Saya sebenarnya tidak pernah terlalu suka dengan nama. Tidak. Nama saya bagus. Maknanya juga. Hanya saja saya lebih memilih (kalau bisa) nama saya tidak terlalu punya arti. Seperti kehidupan saya barangkali. Nama itu tidak perlu panjang-panjang. Asal lekat gampang diingat. Uki, misalnya. #eh
2. Sekolah
Yup, saya salah satu dari kebanyakan yang benci sekolah. Tapi saya lebih benci karena tak ada satu hal menarik pun yang ditawarkan disana. Saya suka belajar. Tapi untuk saat ini, tak ada kenyataan sekolah/kampus yang seideal dengan keinginan saya. Teman-temannya? Ah, kan kau bisa menebaknya.
3. Kendaraan
Saya tidak suka dengan semua jenis kendaraan. Walaupun saya tidak pernah naik kereta api dan pesawat terbang, tapi saya kira saya tidak suka. Bukan karena saya tidak bisa mengendarai salah satu jenisnya (kalaupun iya), tapi lebih karena saya lebih memilih jalan kaki, terlebih duduk berdiam diri. Saya lebih memilih tak beranjak kemanapun. Kalau bisa.
4. Repetisi
Diulang-ulang. Saya pernah posting tentang hal ini. Terkhusus untuk sebuah pertanyaan "kenapa?". Saya terlalu benci, sampai mengakibatkan delusi. Pernah dengarkan lagu JB yang Baby itukan? Semacam itulah. Ah sial. Delusi lagi!!
5. Hidung Mampet
Saya tidak ingat lagi bagaimana rasanya menghirup udara dengan kedua lubang hidung ini. Saya terlalu benci sampai melupakannya.
6. Fashionista
Gak tau sih, seberapa fashionistanya saya. Lelaki itu tidak umum. Walaupun begitu, semua orang yang fashionista itu, bagi saya. Bodoh. Kalau wanita apalagi.
7. Makanan Basi
Adalah hal luar biasa. Karena hampir tiap hari saya menemukannya. Bukannya rumah ini berlebihan dalam hal makanan, justru sebaliknya. Semua orang dirumah ini bisa lupa makan seharian. Dan makanan dimakan kalau perut udah desperate saja. Orang dirumah ini lebih milih makanan instan diluar. Mahal? Tentu saja.
8. Subjektif
Saya tidak suka dengan orang yang berpendapat subjektif. Saya benci sampai saya ketakutan sendiri. Orang-orang yang subjektif jelas saja egois. Cenderung tak bertenggang rasa. Dan jenis orang yang tidak sensitif dengan perasaan orang lain. Pada akhirnya, saya justru lebih subjektif dari orang-orang sejenis. Sial.
9. Pikiran
Kadang saya ingin berhenti berpikir. Berhenti memikirkan hal-hal kecil. Hal-hal besar yang menjadi kecil-kecil. Berhenti berbicara disana. Dan berhenti menulis. Berpikir lebih banyak menyakiti hati. Itulah kenapa saya sangat suka tidur. Walaupun, untuk tidur saja susah!!!
10. Saya
Cukup jelas. Haters gonna hate.
EYD mu jelek banget.... -_-"
ReplyDeletebiar
ReplyDelete