Friday, January 20, 2012

Untuk Hatiku Sendiri

Hi hi hi..
Hatiku...apa kabarmu? Pertama sekali aku ingin berterima kasih, karena kamu masih disana dan tak kunjung mati. Aku sangat berterima untuk semua bisikkanmu selama ini (ya walaupun tak sedikit aku tak perduli), caramu memaafkan diri sendiri, dan semua cinta yang menyeruak tanpa banyak kunikmati.

Yang kedua, itu tadi...umm, aku ingin minta maaf. Entah berapa banyak luka disana, berapa banyak aku menutup mulutmu ~ menutup telingaku, dan kehidupan kita yang tak terlalu hidup. Sebenarnya, aku tidak ingin memberimu terlalu banyak dendam. Dan lagi, aku yakin kau pun bosan, aku juga. Terlebih lagi, belakangan ini aku berlebihan dalam merindu. Tapi aku belum bisa berhenti dari candu yang menyiksa ini, jadi bertahanlah sedikit lagi, ;').

***

Tapi hatiku, pernahkah kamu tahu? Aku selalu mendiamkanmu, bukan karena aku membencimu. Aku masih takut dunia akan membenci kita. Keinginan kita terlalu mewah untuk kenyataan. Kadangkala, kita seperti anak kecil yang kehilangan layangan, ya kan? Ingin lari mengejar tapi takut tersesat. Ah, tenanglah, mungkin tidak sekarang. Tapi kita pasti punya kesempatan menunjukkan pada dunia.

Umm...satu lagi, sebelum aku menjadi antagonis lagi, maukah kamu membantu menamparku sebelum aku melukai orang lain? Berdebar saja sekencang-kencangnya. Aku tahu rasa sakitnya, karena itu kita takkan membiarkan orang lain sakit gara-gara kita, kan?

Dan hatiku, janganlah dulu membeku, aku sedang berusaha mencintaimu. Setelah aku mampu, aku berjanji kita takkan sendiri lagi. Aku akan banyak menyenangkanmu dengan merahnya matahari pagi, lembayung jingga senja, sejuknya air hujan, dan bait-bait cinta Tuhan. Sekali lagi, maaf dan terima kasih.
*pinky promise

2 comments: