Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Sunday, January 17, 2010
tak pernah salah
secepatnya,
ingin kubenahi hati,
melipat kenangan menyisipkan kerisauan,
bertumpuk-tumpuk di koper pembuangan,
secepatnya,
ingin kuberlari di lorong ini,
mengalahkan angin mengalahkan waktu,
dalam terbang bebas di antara ketiadaan...
secepatnya,
ingin ku temui Tuhan,
bertanya takdir mengungkap kesahku semua,
kenapa, kenapa tidak mata ujian standar saja??
secepatnya,
ingin aku terbangun. .
dari mimpi ini dari ketidakberdayaanku,
melesat. . .cepat, mengulang kesalahan yang sama. . .
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment