Tuesday, July 21, 2009

Sepuluh tahun di depan engkau duduk,
Tangismu membeku kemarau pun bisu,
Detik berlalu dan hatimu tlah melapuk,
Pun daun musim ini tlah layu,

Simpul simpul bulan tenggelam,
Bisik bisik malu bintang tenggara,
Buih buih simpan saja semalam,
Layang layang besok takkan terbela.

Wangi tidurmu dalam selimut awan,
Takkan hilang walau hujan bertamu,
Namun, luka yang kau pendam,
Takkan bisa walau aku yang membiru,

Jauh sekali rasaku ternanti,
Bila pun cahaya bisa hidup sekali,
Ilusi kah kan trus kau tercari,

Lepas dan bebas,
Waktu dan semi kan bias,
Lalu engkau merpati pagi,
Pergilah mencari pelangi abadi.

Stabat, 21 Juli 2009

No comments:

Post a Comment