Bermasa bintang berjauhan
Dilangit tergantung bulan yang nestapa
Bersama angin kau selipkan rintik hujan
Dan aku, di lubang ini menatap kalian terpana
Masihku menatap bisu
Hingga satu cahaya datang padaku
Menarik perlahan jiwa terbelenggu
Meninggalkan telaga hatiku yang semu
Pagiku yang biru...
Aku memulai hidup yang baru...
Ku tahu kau bermain dengan luka
Mencecar hati hinggaku berlumur dosa
Kau senyum tertawa melihatku hina
Tahukah, aku rela...
Menunduk membaca bintang yang angkuh
Meniti harum hujan ribuan daun sakura
Karna kau pergi dengan pipi berpeluh
Kau tahu, aku mengejarmu dengan mata yang buta
Dahulu,
Kau angkat aku dari sumur sepi,
Untuk kau tinggalkan di lubang galaksi,
Pagiku yang baru,
Kumulai hidup yang biru..
Stabat, 16 Juli 2009
No comments:
Post a Comment