Thursday, July 16, 2009

Bermasa bintang berjauhan
Dilangit tergantung bulan yang nestapa
Bersama angin kau selipkan rintik hujan
Dan aku, di lubang ini menatap kalian terpana

Masihku menatap bisu
Hingga satu cahaya datang padaku
Menarik perlahan jiwa terbelenggu
Meninggalkan telaga hatiku yang semu

Pagiku yang biru...
Aku memulai hidup yang baru...

Ku tahu kau bermain dengan luka
Mencecar hati hinggaku berlumur dosa
Kau senyum tertawa melihatku hina
Tahukah, aku rela...

Menunduk membaca bintang yang angkuh
Meniti harum hujan ribuan daun sakura
Karna kau pergi dengan pipi berpeluh
Kau tahu, aku mengejarmu dengan mata yang buta

Dahulu,
Kau angkat aku dari sumur sepi,
Untuk kau tinggalkan di lubang galaksi,

Pagiku yang baru,
Kumulai hidup yang biru..

Stabat, 16 Juli 2009

No comments:

Post a Comment