An, hari ini aku ingin bercerita. Aku selalu enggan kesana. Ke masa depan. Tempat para sahabat meletakkan cita-citanya. Bukan kerut atau keriput, tapi aku selalu membayangkan nafas yang kusut, dan ingatan yang pelan-pelan menyusut.
Bayangkan, benang laba-laba yang menggantung di pohon jambu. Anak kecil yang bermain dibawahnya tak pernah tahu. Hingga ia menjerat halus, lalu anak kecil pun memekik histeris. Anak kecil itu bukan aku. Aku benangnya. Laba-laba itu waktu dan kau anak kecilnya. Aku tak tahu, kapan kau akan bosan. Dan kelak kau pergi, meletakkan sesaji tanpa tahu aku ingin.
Sepi itu yang kutakutkan. Yang menggema saat sendiri di rumah lapuk kita. Tak ada lagi canda, atau perdebatan kecil yang menyemarakkan suasana. Ingatkan dirimu sendiri, an. Kalau kau sudah bisa tertawa, aku sudah mati. Dengan tenang.
...
...
Mantap.!
ReplyDeletesaya jadi nge-fans sama tulisan ente.. :D haha