Apa kau pernah merasa hancur? Tubuhmu retak-retak mengering terlalu lama panas terpanggang, lalu kau disentuh angin yang membuat dagingmu jatuh sedikit demi sedikit dan terserak tak berbentuk? Apa kau pernah merasa di suatu tempat, dimana kau merasa asing, dimana semua terlihat sama dan membosankan. Semua orang memakai seragam yang sama. Semua rumah bercat putih berbentuk kotak dan beratap seng merah berkarat. Semua mengendarai mobil yang sama merk dan warnanya. Dan kau merasa muak. "Tak seharusnya aku ada disini!".
Tak ada seorang pun mengerti jeritan kasar, apalagi desis bencimu. Kau ingin melarikan diri. Tapi tak tahu harus kemana. Hingga kau mengunci kamarmu. Dengan bit musik yang keras dan menghentak, jeritanmu tenggelam dan kau pun menghilang dari kenyataan.
Apa kau ingin menjadi orang lain? Saat hidupmu benar-benar sia-sia. Dan kau ingin menemukan sejumput ekstasi untuk membahagiakan hidupmu yang terlalu payah. Tetapi itu hanya angan-angan. Karena kau tetap terjebak, terjepit di hidupmu yang rumit, yang kau benci. Apa kau merasa muak dengan orang-orang disekitarmu? Mereka yang tersenyum lebar penuh kepalsuan dan kebohongan-kebohongan mereka yang bodoh. Kau hanya bisa tersenyum tipis mengiyakan, sedang dalam hatimu berdarah-darah, ingin muntah, merasa jijik dan ingin menampar mereka dengan kenyataan pahit yang barangkali mereka tak pernah alami.
Meski tak ada yang pernah berbohong langsung kepadamu dan tak pernah ada yang menusukmu dari belakang, kau mungkin berpikir aku senang, tetapi aku tak pernah baik. Meski semua orang memberikan apa yang kau inginkan dan kau tak perlu berkerja keras untuk memiliki apa yang seharusnya ada, apa kau pikir aku senang?
Tidak. Kau tak tahu. Kau tak tahu rasanya ketika tak ada satupun yang terasa benar. Kau tak tahu. Kau tak tahu rasanya menjadi aku. Tiap malam bibir dan tanganmu berdarah, serta aku tak tahu lagi dinding rumahku entah berapa kali bergetar. Tiap malam aku merasa sepi, duduk di ruang gelap sepanjang waktu tanpa tahu kapan pagi datang. Sedang saat pagi, aku terus dilempari saat aku terjatuh, seakan-akan aku hanya badut yang tak bisa terluka. Terus di dorong menuju ujung jurang dan tak ada siapapun yang bisa menolongmu. Kau tahu rasanya? Tidak. Kau tak akan tahu. Selamat datang, inilah hidupku.
nb: anggap saja sebuah transliterasi dari lagu Simple Plan - Welcome to My Life
No comments:
Post a Comment