Anak laki-laki itu berbalik. Kepada sesuatu ia berteriak, “Aku akan mempertaruhkan apapun!!”
...
Hening. Dalam hatinya ia meramal, “Suatu saat, iman ini juga akan kupertaruhkan.”
Lembut angin berhembus. Membawa bisikan kecil entah darimana, “Tolong, selamatkan aku!” Bisikkan itu lenyap. Menjadi ilusi yang tak diinginkan.
=== === ===
Dia lelah. Duduk sendiri di ujung ruangan. Peluhnya menyatu dengan kertas yang sedang ia kepal. Sesaat angin memaksa masuk dari bilik jendela yang tertutup rapat. Di kamarnya yang gelap, dia kedinginan. Ya, dunia tak lagi hangat dirasanya.
Sesekali terdengar tetesan air dari tubuhnya. Entah peluhnya entah airmatanya. Dia tak punya alasan untuk menangis. Dan tanpa alasan juga, ia terkulai lemas. Ini coda. Intro hidup yang baru lagi.
jangan berbisik, jangan berteriak pula.
ReplyDeletetapi bicara, supaya mereka bisa mendengar.
setelahnya, tunggulah.
bila pun kecewa yang kau dapat, setidaknya kau sudah bernyali membawa 'hampa' mu pada dunia :)
tak mau. saya bukan manusia.
ReplyDeleteyai...semoga malaikat g bingung, mo mencabut nyawamu sbagai manusia ato bukan...
ReplyDeletezzz..
semoga.
ReplyDelete