Tuesday, December 6, 2016

Hollow

pita-pita merah berserakan di lantai
begitu pula bisik-bisik memenuhi udara
di tengah-tengahnya ada yang tak sengaja
menjadi aktor malam; menjerit panjang

kuning adalah amis emas, menggelisahkan
ruang tenggorok yang tak bisa ditawar
dengan air. dahaga dan lapar telah
direnggut hanya sisa dingin dan ketakutan

dunia tiba-tiba insignifikan, ada tremor
yang lahir dari rinding, menjalar cepat
membuka revolusi pori-pori. keringat
menderas. dan terhidu kengerian.

hanya suara tepukan dari ruang sebelah
yang menarik seluruh sadar
untuk tak melewatkan sedikit pun
gema yang kelak pasti akan pergi

Medan, Desember 2016

Monday, December 5, 2016

Verstehende

apa yang bisa dibangun dari kumpulan
sampah daun jambu dan mangga
sementara bapak dengan sarung
dan singlenya menatap jauh ke diri

daun-daun kasta terlapuk ini berada
dalam harmoni di ujung takdirnya
sementara pepohonannya bersitegang
hara manalagi punya siapa kini

bagi bapak perang ideologi menyedihkan
sungguh terasa nyata sementara
dirinya masih dipuasakan ibu
di kamar dan meja makan

"wah, pak andi semangat bersih-bersih ya"
teguran tetangga memang sering
terlihat menyenangkan dari kenyataannya

daun-daun menakzimi langit terakhirnya
sebelum berganti dengan kesementaraan
nyala merah teriakan pasrah dari
legam jasad yang berterbangan.

Medan, Desember 2016

Sunday, December 4, 2016

Fukai Mori

hatimu kutemukan rebah di jantung hutan
aku memikirkan apakah kau ingin ditemukan
atau ini hanya persiapan peristirahatan

aku tahu berkali-kali kau telah merengkuh
anak-anak sungai yang ingin melepaskan diri
dari dusta hijau dedaunan dan bayang malam

bila kau menemukan dirimu lebih besar
dari birunya langit, kau bisa memeluk
air matamu yang telah berlalu; begitu pikirmu

dan kututup wajahmu dengan ranting lapuk
dan basahnya rimbun kesepian yang kau
benamkan di hutan keabadian.

Stabat, Desember 2016