Saturday, December 3, 2016

Sent But Not Delivered

pesan telah menaiki gelombang
bahkan sebelum cemas turun
dari geletar tangannya.

cahaya telah berulang kali
dinyalakan di ruang
hanya untuk padam

huruf-huruf maju mundur di antrian 
membicarakan diri mereka
yang tak kunjung dipertemukan.

ia yang menghela napas panjang
tak begitu buruk takdirnya jika
diusir dari tujuannya, daripada
takdir huruf-huruf yang kekal
di ruang tunggu.

Stabat, Desember 2016

Friday, December 2, 2016

Gelembung

berapa kali kau lahir dan usai di udara
belum sempat lagi terlihat pantulan
wajahku di sana, kau menghilangkan
niat untuk mewarnakan ketiadaan sukar.
di pelipis itu, ada ayahmu menggiring
angin kusut yang kau tak tahu bagaimana
menggulung kesedihan baik yang tampak
maupun yang bergerak mengikuti mata

rimbun senyummu kian mewujud serabut
dari timbunan duka di belukar prasangka
berjika-jika aku setibanya kau sampai
di ujung jalan. maukah duri bayangmu
mengikhlaskan dirinya tanpa menjadi
gerhana dirimu yang lain?

Stabat, Desember 2016

Thursday, December 1, 2016

Dua Keimanan

Aku suka mendengar suara peluru
yang keluar dari seteru mulutnya
lalu asap-asap memenuhi penjuru
seluruh maka, sebab dan umpama

Di sanalah iman menyesaki dua bukit
deru angin jugalah yang mengukur
persembahanku di tebing telinganya
semata karena aku membelakangi surga

Kugali sendiri liang kabut agar nanti
kau datang memungutku yang telah
menyelip seperti daging di sela gigimu.

Stabat, Desember 2016