Sunday, October 10, 2010

Makam Hati


tak ada peti mati, seperti dimakan jam batu itu. dan jam itu sudah lama berhenti berdetak.

tak ada lagi senja abadi, kini sudah brganti dgan malam yg cerah. ya, cerah.

tak ada lagi musim gugur, ini semua putih seperti salju.

tak ada lagi tumpukan daun maple yg berserakan di jalan raya itu.

pohon-pohon itu pun bukan maple yg kukenal. itu berubah mnjadi pohon cemara yg tandus, daun-daun salju mggantikan yg mranggas, tumpukan ranting-ranting yg mengering.

sesekali bercak darah disekitarnya, itu ketika aq mencoba brjalan diatasnya.

jalanan itu entah sejak kapan ada lampu. lampu-lampu jalan yg dipenuhi binatang malam. sesekali, satu dua mati kekurangan listrik.

dan bangku tempatku duduk, sedingin besi...eh?? itu memang besi, tp tetap saja seperti kayu.

trakhir, tembok itu!! sejak kapan diujung jalan itu ada tembok yg menjulang tinggi.
trkadang ia mghilang ditelan kabut, trkadang berebut dgan badai salju yg tk prnah brhenti.

aq tdk bingung, kelihatannya acuh saja. kupandangi diatas sana, tempat senja itu sudah trganti oleh bulan yg cemerlang. Indah...

ini seperti bukan taman waktu. inikah makam hati??

10 comments:

  1. karena ini lanjutan dari postingan sebelumnya,,
    gak ngerti jga,,

    ReplyDelete
  2. makin bgs y web-a.
    Gmbr kodok-a dh hLg.. Hehe..

    ReplyDelete
  3. liat postingan sebelumnya...

    haduu...gak ngerti dimananya?? >,<

    ReplyDelete
  4. viky : abg ini, kalau nulis,, jarang yang bisa langsung di mengerti,, =='

    fro:
    bg,, ada yang sya bingung,,
    di postingan taman waktu :
    "Jarumnya tak pernah brdetak."
    trus di makam hati :
    "dan jam itu sudah berhenti berdetak."

    berarti,, jamnya berdetak atau gak sih?? >,<
    atau ada makna yang berbeda ya??

    ReplyDelete
  5. wkwkwk...
    ada yg kurang itu...

    nih saya edit lagi...

    ReplyDelete
  6. oww,,,

    kalau kalimatnya gitu,, berarti pas!!

    ok!! good!!
    anda lulus!
    tulisan ini boleh di terbitkan,,
    obsesi editor,,
    lho?? wkwkwk,, XD

    ReplyDelete
  7. wkwkwkwk..
    orang" bnyak yg suka cerita deskriptif gini..
    *capek tau berimajinasinya...

    ReplyDelete
  8. hahaha,,, XD

    iy, bener,, krna lebih dapet suasananya,,
    lebih berasa aja ceritanya,,
    (*mungkin,,)

    kok capek??
    satu hal yang paling menyenangkan dilakukan sendiri itu kan berimajinasi?? O_o?

    ReplyDelete
  9. berimajinasi emang menyenangkan...
    tapi mendeskripsikannya dalam kata" bisa bikin otak jadi keram juga...-,-",

    ReplyDelete