Thursday, June 10, 2010

Selamat bahagia


kau dulu menangis, aku tahu
kau dulu tertawa, aku lebih tahu

tulis saja keinginanmu dikertas
biar kujadikan perahu yang melayang
berlayar menuju arsy tinggi di surga

kini biar kutulis sampaikan sejuta do’a,
tapi kau tak perlu tahu,

tanganku mulai tak sanggup menata kata,
melawan hati yang kian deras alunannya
biar saja perlahan kusampaikan
pada Pemilik Segalanya,

bahwa temanku sedang bahagia,
biarkan hatinya bahagia selamanya…

No comments:

Post a Comment