
kau dulu menangis, aku tahu
kau dulu tertawa, aku lebih tahu
tulis saja keinginanmu dikertas
biar kujadikan perahu yang melayang
berlayar menuju arsy tinggi di surga
kini biar kutulis sampaikan sejuta do’a,
tapi kau tak perlu tahu,
tanganku mulai tak sanggup menata kata,
melawan hati yang kian deras alunannya
biar saja perlahan kusampaikan
pada Pemilik Segalanya,
bahwa temanku sedang bahagia,
biarkan hatinya bahagia selamanya…
No comments:
Post a Comment