disuatu senja, kuputuskan untuk mencari pagi
sambil kukulum do'a agar tak sengaja bertemu denganmu
kutatap langit yang semakin jingga, apakah kau melihat indah yang sama disana?
sambil berjalan melewati jembatan sungai
aku memikirkan bagaimana pertemuan kita yang setiap hari berulang
dan bagaimana rindu dan kehilangan adalah komposisinya
di senja yang sama, kau yang biasanya menyapaku terengah-engah
dengan keranjang tampah yang penuh dengan sayuran tak laku terjual
lalu aku dengan senang hati membantumu mengangkatnya ke becak langgananmu
kemudian kau tersenyum puas sambil mencubit pipi kananku
dengan menitip sebuah pisang ditangan, kukira itulah caramu berterima kasih
setiap hari...
pada awal pertama, aku banyak bertanya-tanya
berapa umurmu? apa aku terlihat kekanak-kanakan hingga kau mencubit pipiku?
kemana kau hendak pulang? kemana ibumu? kau berjualan sendirian?
mengapa kau tak mengucapkan terima kasih?
tapi kemudian aku menanyakan pada diriku sendiri
mengapa kemudian aku tak keberatan membantunya?
mengapa aku tak menanyakan namanya?
mengapa melihatmu menjadi rutinitasku?
dan mengingat senyum manismu, cukuplah itu jawaban semua tanyaku
aku menggaruk-garuk kepalaku lama
aku tertawa sambil berhamburan di pipiku airmata
perempuan bisu tuli, penjaja sayur buah di pajak dekat sungai
kemarin lalu kutanyakan kabarnya
dan hendak kukatakan cinta ini begitu konyol didapatkan
sore ini, aku putuskan mencari pagi
sambil kukulum do'a agar tak sengaja bertemu denganmu lagi
lalu kudapati diriku terbaring tengah menunggu senja terakhir yang jatuh dimata
tapi langit mulai menghitam, dan jinggaku masih disana
hingga berkumpul orang-orang, melihatku berekspresi ketakutan
kepejamkan mataku, dan kulihat kau memegang tanganku gemetaran
aku terhenyak kaget dari ketaksadaran. belum semenit kuputuskan,
aku akan mengusir takutmu disana...
ini bagus. Coba dibuat novel :D
ReplyDeletemakasih. :)
ReplyDeletetpi novel...err, itu rumit. -__-"
btw, siapa ya?
serasa lagi baca sinopsis. hhee
ReplyDeletehaha...
ReplyDeleteiya, lg pingin nulis puisi cerita.
gak banyak metafora, sederhana aja.
tapi ini rasanya masih banyak yang belum dituliskan..uuh