kutatap diriku diantara kapas-kapas bisu
dan kutemukan bisik meracau payau
berkata nurani pada kulit yang dingin
aku hilang tak bisa kembali
benci pada dunia yang telah kubohongi berkali-kali
apa ada tempat buatku ini?
sementara angin telah menjadi badai
dan gadis kecil berwajah mengerikan membuatku hilang tempat memijak
aku lupa bagaimana jemari menari
di atas kertas berbingkai hangus yang biasa kuhadiahkan padamu
aku hanya dapat melayang terbang dalam ingatan
pinjamkan aku lentera, lilin, korek, mancis
atau apa saja penerang gelap di sudut mata
tak ada bentuk atau rupa, hitam saja
dan lain ketika siangku mendekat
sekumpulan orang berpeci dan berbaju hitam datang
memegang yasin dan potongan kain kafan...
ah, waktunya ku dimakamkan.
endingnya gak menggigit. datar....
ReplyDeleteya. maksa.
ReplyDelete