Wednesday, September 22, 2010

Lukisan Malam



F : aku bersepeda nanti malam,
jangan tunggu aku pulang,
biar kuminum awan,
Dan kusisakan bintang serta bulan.

Y : Jangan lupa bawa diktat kawan ya
biar besok bisa melahap habis
badai yang menerpa gugus-gugus bintang
yang tersisa tadi malam

F : ya ya ya,
aku akan pulang ke lautan,
tempat seribu taman dan sejuta teman,
coba saja nanti malam hujan,
kan kubentangkan pelangi keemasan.

Y : tapi di depan rumahku,
tanpa mengurangi warna dan bentuknya,
tanpa harus mengabaikan sang pelukis alam
yang bersarang dalam hati setiap insan,
dan aku akan menunggu saat itu datang tepat di hadapan ku.

F : dengan paralayang dan setir sepeda,
menyelami angkasa malam perkotaan,
tapi aku bisa bungkam.
dimana pekarangan yang kan kutuju?

Y : tepat di bawah langit atas bumi.
dimana aku bermukim, dikota yang kau seberangi.
yang dapat kau jangkau dalam memory waktumu.

F : tapi aku takkan pulang...
...takkan pulang.

No comments:

Post a Comment